Etika Profesi Kelompok Wolu

Modus Pembajak Email Kuras Miliaran Rupiah di Indonesia


Syaifuddin Sayuti kaget bukan kepalang saat menerima pesan singkat beruntun dari rekan-rekannya. Semuanya menanyakan soal pinjaman yang dimintanya. Salah satunya bahkan mengaku telah mengirimkan Rp 500 ribu ke sebuah rekening. Menurut rekan-rekannya, permintaan pinjaman disampaikan lewat Facebook miliknya. Syaifuddin makin bingung. Ia tidak pernah melakukannya.
Setelah diingat-ingat, pria itu mengaku menemukan kejanggalan pada Selasa malam, 2 Februari 2015. Kala itu, akun Facebook dan Gmail miliknya tak bisa diakses. Hal tersebut terjadi sesaat setelah ia membuka tautan sebuah situs. Ia ingat, ketika membuka link tersebut, ada perintah untuk memasukan nama pengguna Facebook, lengkap dengan kata sandi.
Belakangan, pria yang tinggal di Jakarta itu sadar, ia jadi korban pembajakan email (email hijacking). Pelaku, yang memegang penuh kendali email dan akun Facebook miliknya, kemudian menyalahgunakannya untuk meminta rekan-rekannya mengirim uang ke sebuah rekening.

Otak Asal Nigeria, Kaki Tangan di Indonesia

Sebulan melakukan penyelidikan, para penyelidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Subdit Cyber Crime, Polri, akhirnya menemukan titik terang.
Dugaan kuat mengarah ke tiga orang pelaku: Caroline NV Siregar, Jessica Angel, dan Johan Susanto. Tim dari Subdit Cyber Crime pun membekuk para tersangka. Polisi mendapatkan bukti CCTV dari kantor pusat salah satu bank swasta di Jakarta. Dalam rekaman terlihat, pada 1 Oktober 2015, sekitar pukul 16.00, dua tersangka menarik uang  sebesar Rp 2,9 miliar. Tunai!
Para pelaku sudah dijatuhi vonis. Penelusuran Liputan6.com, salah satu pelaku, Caroline NV Siregar, telah divonis kasasi oleh Mahkamah Agung pada 8 Maret 2017. Ia dipidana selama 3 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Meski pelaku telah divonis, Iptu Eric Siregar mengaku ada yang belum tuntas.
Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, ketiganya ternyata hanya suruhan alias kroco. Sementara otak kejahatan sesungguhnya masih kelayapan. Mereka adalah sindikat pembajakan email dari Nigeria.

Di sisi lain, modus pelaku pembajakan email juga kian canggih. Salah satu yang tren saat ini, menggunakan web phising. Web phising merupakan salah satu teknik untuk mendapatkan alamat email dan kata sandi target. Caranya, dengan membuat situs palsu yang mirip dengan tampilan website tertentu.
Target akan masuk dalam jebakan ketika mengira situs tersebut merupakan website asli, lalu memasukkan nama pengguna serta kata sandi yang ia miliki. Padahal, saat memasukkan nama pengguna dan kata sandi, datanya direkam oleh pelaku. Sehingga pelaku dapat leluasa mengakses email target. Untuk menguasai modus kriminal itu ternyata tidak membutuhkan waktu lama dan kemampuan teknologi informasi yang tinggi.

Sumber : Liputan6.com
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Kategori Populer

TUGAS BSI PRESESNTASI UAS

Pengikut

Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Theme Support