Etika Profesi Kelompok Wolu

Polisi amankan 93 WNA asal Tiongkok dan Taiwan yang terlibat kasus kejahatan online di Surabaya.



Sumber : Tribunnews.com

Kejahatan online semakin marak belakangan ini di dunia terutama di Indonesia. Kali ini terjadi kejahatan online cyber fraud ( penipuan online) yang dialami warga tiongkok, pelaku penipuan sendiri berasal dari Tiongkog dan Taiwan yang bermarkas di Surabaya Indonesia. Cyber fraud sendiri adalah kejahatan yang dilakukan dengan siste berbasis sistem komputer maupun jaringan internet yang bertujuan untuk memanipulasikan informasi keuangan untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.

Pada sabtu 29 Juli 2017 telah ditangkap sebanyak 93 warga negara asing (WNA) di empat rumah mewah di Graha Famili Surabaya. Para WNA tersebut di grebek lantaran melakukan cyber fraud( penipuan online). Penggrebekan dilakukan oleh tim Satgas Khusus Bareskrim Mabes Polri dibantu anggota Polrestabes Surabaya. Para WNA yang sebagian besar berasal dari China dan Taiwan ini digerebek di empat rumah mewah Graha Famili, yakni di N1, E58, E68 dan M21.

AKBP Susatyo Purnomo Condro dari Satgas Khusus Bareskrim Mabes Polri mengatakan para pelaku menggunakan kode nomor telepon Tiongkok. Tapi mereka menggunakan markas atau tempat kejahatan mereka berada di Indonesia salah satunya adalah di Surabaya. 

Dalam aksinya mereka menelepon warga negara Tiongkok secara acak. Mereka juga meretas beberapa akun perbankan dan mengintip rekening korban. Selanjutnya para pelaku mengaku sebagai polisi atau kejaksaan negara Tiongkok dan mengatakan ke korban telah terlibat kejahatan.  Setelah korban merasa takut, pelaku meminta korban bertransaksi dengan cara mentransfer sejumlah uang melalui bank. Nilai penipuan pun mencapai 2.4 Triliun. AKBP Susatyo Purnomo Condro, Satgas Khusus Bareskrim Mabes Polri menuturkan, satu tempat ( rumah) yang dihuni puluhan WNA ini bisa menipu banyak orang dengan nilai Rp 600 Miliar. Di surabaya ada empat rumah yang di grebek jadi total penipuan mencapai 2.4 Triliun.

Para pelaku sudah beraksi sejak Januari dan Februari 2017. Biasanya mereka berpindah atau bertukar tempat dan orangnya juga berganti-ganti. Polisi terus mendata dari mana saja asal WNA tersebut. Kebanyakan dari mereka berasal dari negara China namun ada juga WNI yang membantu dan memfasilitasi.

Pengrebekan polisi ternyata tidak hanya di Surabaya, tapi serentak di Bali, Jakarta dan Batam. Pengrebekan penipuan online ini atas kerjasama antara kepolisian Indonesia dengan China.

“Warga di negara China sudah banyak yang menjadi korban. Akhirnya, kami bekerja sama dengan Kepolisian China menyelidiki dan kami lakukan penggrebekan.” Ujar AKBP Susatyo Purnomo Condro, Satgas Khusus Bareskrim Mabes Polri di lokasi kejadian, Sabtu 29 Juli 2017 malam.

Penggerebekan di Surabaya dimulai pukul 17.00 WIB hingga malam. Mereka yang tidak bisa bahasa Indonesia langsung diborgol tangannya oleh petugas penggrebekan. Dari hasil pemeriksaan para WNA ini melakukan penipuan melalui telepon selular (ponsel). Mereka berada di Surabaya sejak Januari dan Februari 2017.

“pakai paspor wisata tapi ternyata melakukan penipuan secara online,” ujar Susatyo.
Menurut Argo, mereka memilih Indonesia sebagai tempat persembunyian lantaran merasa aman. Selain itu melalui informasi yang digali dari para tersangka, di Indonesia tempat yang mudah untuk bersembunyi karena lokasinya luas, geografinya luas. Agro menambahkan mereka tidak melakukan aksinya di China karena menganggap akan mudah teridentifikasi. Selain itu mereka memilih Indonesia karena menganggap peraturan yang mengatur mengenai internet service provider (ISP) cenderung lebih lenggang.

Dari penggrebekan ini polisi mengamankan beberapa barang bukti yaitu puluhan handphone (HP) aneka jenis, puluhan pesawat telepon, komputer, laptop, printer dan puluhan alat komunikasi lainnya. 

Setelah melalui beberapa pemeriksaan di kantor Polisi, 93 Warga Negara Asing tersebut segera dideportasi ke negara asal. Sebanyak 33 orang berasal dari Tiongkog, 1 Malaysia, dan sisanya dari Taiwan. Mereka terdiri dari 26 perempuan dan 67 laki-laki.


Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Kategori Populer

TUGAS BSI PRESESNTASI UAS

Pengikut

Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Theme Support